28 Januari Diperingati Sebagai Hari Apa

28 Januari Diperingati Sebagai Hari Apa?

Sejarah Peringatan 28 Januari

Tanggal 28 Januari menjadi hari penting dalam sejarah Indonesia. Hari ini diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Sejarahnya bermula pada tahun 1949, ketika terjadi peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Madiun. Pada saat itu, kelompok PKI (Partai Komunis Indonesia) mencoba melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia yang baru terbentuk.

Tragedi Madiun terjadi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Saat itu, PKI melakukan aksi pemberontakan karena merasa tidak puas dengan hasil Pemilu 1949. Aksi pemberontakan tersebut berakhir dengan kekalahan PKI dan banyak korban jiwa, baik dari pihak pemerintah maupun PKI.

Setelah Tragedi Madiun, Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dekrit ini mengubah sistem pemerintahan Indonesia menjadi Demokrasi Terpimpin. Tujuan dari dekrit ini adalah untuk menghindari terjadinya pemberontakan dan mengamankan kestabilan politik di Indonesia.

Namun, sistem pemerintahan Demokrasi Terpimpin ini tidak bertahan lama. Pada tahun 1965, terjadi peristiwa G30S/PKI. Peristiwa ini merupakan salah satu kejadian paling kelam dalam sejarah Indonesia.

PKI kembali melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia. Pasukan PKI menyerang dan membunuh enam jenderal TNI AD serta sejumlah perwira tinggi lainnya. Peristiwa ini menjadi titik balik bagi Indonesia karena memicu tindakan keras dari pemerintah, termasuk aksi pembantaian terhadap anggota PKI dan simpatisannya.

Arti Penting 28 Januari

Tanggal 28 Januari kemudian dipilih sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk mengingat kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA  Niat Puasa: Apa Itu dan Bagaimana Cara Melakukannya dengan Benar?

Sebagai negara yang memiliki keragaman budaya dan agama, Pancasila menjadi ideologi yang mampu mengakomodasi keberagaman tersebut. Pancasila juga menjadi dasar untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Cara Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, antara lain:

1. Mengibarkan bendera merah putih di rumah atau kantor sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

2. Mengikuti upacara bendera yang biasanya dilakukan di sekolah atau instansi pemerintah pada tanggal 28 Januari.

3. Mengadakan diskusi atau forum untuk membahas tentang Pancasila dan nilai-nilainya.

4. Mengikuti kegiatan sosial untuk membantu sesama, sebagai wujud dari nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kesimpulan

Tanggal 28 Januari diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ideologi Pancasila. Pancasila menjadi ideologi yang mampu mengakomodasi keberagaman budaya dan agama di Indonesia dan menjadi dasar untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Semoga bermanfaat.